ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI KOMPONEN MATA KULIAH DASAR UMUM
Kita
telah mengetahui bahwa Ilmu Budaya Dasar bukanlah ilmu yang tunggal. Ia lebih
disebut gabungan antara sosial scince dengan humaniora scince yang dapat memecahkan
masalah dalam kehidupan. Komponen yang paling utama dalam membentuk Ilmu Budaya
Dasar itu ada empat yaitu Filsafat, Teologi, Sejarah dan Seni.
Filsafat
yang sering disebut sebagai induk ilmu, merupakan ilmu yang berusaha memberi
jawab atas pertanyaan-pertanyaan yang sangat esensial. Melalui filsafat, orang
akan mengetahui jawaban-jawaban yang diberikan oleh filsafat, orang akan
mengetahui hakikat yang dipertanyakan tersebut.
Teologi
atau yang sering disebut ilmu agama, akan mengajar banyak kepada kita tentang
manusia, sejarahnya, tujuannya, tugas dan tanggung jawabnya di dunia sebagai
makhluk ciptaan Tuhan, dan sebagainya. Teologi juga membekali manusia untuk
mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan manusia sebagai pelaku
kebudayaan. Pendek kata hanya teologilah yang mampu menuntun manusia menjadi
“insane kamil” atau manusia yang utuh.
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERBUDAYA.
Dari batasan tersebut, maka yang dimaksudkan dengan manusia sebagai makhluk berbudaya tidak lain adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan. Karena yang membahagiakan hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil,
Bukan hanya dalam memperoleh kebahagiaan, manusia yang mengaku dirinya sebagai makhluk berbudaya dalam menikmati hidup. Jelas untuk mendapatkan maupun dalam menikmati kebahagiaan, manusia yang ingin disebut berbudaya, selalu berusaha tidak mengurangi kebahagiaan pihak lain.
HAKIKAT CINTA KASIH
Sulit
untuk diingkari bahwa cinta adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang
cukup fundamental begitu fundamentalnya sampai kepada satu kesimpulan yaitu
bahwa mati tanpa cinta sama halnya dengan mati dengan penuh dosa. Secara
sederhana cinta bisa dikatakan sebagai panduan rasa simpati antar dua makhluk.
Cinta memang sangat erat terpaut dengan kehidupan manusia. Kendatipun demikian,
hampir setiap orang tidak pernah berfikir tentang apa dan bagaimana cinta itu.
Sebagai suatu seni cinta memerlukan pengetahuan dan latihan. Dan sebagaimana lazimnya mempelajari suatu seni, maka dibutuhkan pengetahuan teoritik terlebih dahulu sebelum menguasai prakteknya. Berkat perpaduan antara kemampuan teoritik dan praktis seni bias dikuasai, berupa intuisi dan hakikat penguasaan. Akan tetapi hal itu belum cukup dan masih harus dilengkapi dengan suatu sikap bahwa menguasai seni
2. CINTA KASIH DALAM BERBAGI DIMENSI
Dari pembahsan diatas dapat ditarik suatu kebenaran bahwa cinta telah diakui secara universal, dalam arti telah merupakan pengertian yang sangat umum. Lebih tegasnya, yang namanya cinta tidak sekedar pertautan antara unsure-unsur yang telah disebutkan, tetapi lebih luas dari itu. Secara longgar kasih sayang dapat diartikan sebagai perasaan sayang, perasaan cinta. Kasih sayang adalanh satu kondisi yang merupakan pertumbuhan lebih lanjut dari cinta. Berbagai bentuk kasih sayang berdasarkan kasus hubungan orang tua dengan anaknya.
Dari pembahsan diatas dapat ditarik suatu kebenaran bahwa cinta telah diakui secara universal, dalam arti telah merupakan pengertian yang sangat umum. Lebih tegasnya, yang namanya cinta tidak sekedar pertautan antara unsure-unsur yang telah disebutkan, tetapi lebih luas dari itu. Secara longgar kasih sayang dapat diartikan sebagai perasaan sayang, perasaan cinta. Kasih sayang adalanh satu kondisi yang merupakan pertumbuhan lebih lanjut dari cinta. Berbagai bentuk kasih sayang berdasarkan kasus hubungan orang tua dengan anaknya.
1.
Bentuk kasih sayang dimana orang tua
bersikap aktif sementara anak bersikap pasif
Dalam hubungan ini orang tua
memberikan kasih sayang yang berlebih kepada anak sementara sianak tanpa
sedikitpun memberikan respond an membuat si anak tidak mandiri
2. Suatu bentuk kasih sayang dimana oarang bersikap pasif sementara anak bersikap aktif
Dalam bentuk ini si anak yang
berbelebih kepada orang tuanya namun orang tua cenderung mendiamkan tingkah
laku si anak dan tidak memberikan respon
3.
Suatu bentuk kasih sayang dimana
oarang bersikap pasif sementara anak bersikap pasif
Dalam bentuk ini jelas masing-masing
pihak membawa cara hidup dan tingkah lakunya tanpa salaing memperhatikan satu
sama lain
3. KASIH SAYANG
Dalam
kehidupan kasih sayang diartikan sebagai perasaan sayang, perasaan cinta atau
perasaan suka kepada seseorang. Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang
merupakan pertumbuhan dan kunci kebahagiaan. Kesimpulannya kasih sayang dialami
oleh setiap manusia, karena kasih sayang merupakan rangkaiian hidup manusia.
Sejak lahir anak rtelah mengenal kasih sayang, meskipun adapula kelahiran anak
tidak diharapkan namun hal itu termasuk pengecualian. Kelahiran anak yang tidak
diharapkan, umumnya bukan lahir karena hasil kasih sayang. Kasih sayang yang
berlebihan cenderung merupakan pemanjaan.
4. KEMESRAAN
Kemesraan ialah hubungan akrab baik antara pria-wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih yang telah mendalam. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreatifitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakat. Kesimpulannya kemesraan merupakan bagian hidup manusia. Didalam kehidupan manusia terdapat berbagai kasus kemesraan dan kemesraan dapat membangkitkan daya kreatifitas manusia untuk menciptakan atau menikmati seni budaya, senisastra, seni music, dan sebagainya.
5. PEMUJAAN
Pemujaan
adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhannya. Kecintaan manusia kepada Tuhan
tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Jelaslah bagi kita, bahwa
pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hidup manusia, karena Tuhan pencipta
semesta termasuk manusia itu sendiri.
a. Cara Pemujaan
Dalam kehudupan manusia terdapat berbagai cara pemujuaan
sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi, dan situasi. Oleh karena itu,
pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan tuhannya.
b. Tempat Pemujaan
Mesjid, Gereja, Candi, Pura dan lain-lain merupakan tempat
manusia berkomunikasi dengan tuhannya. Karna tempat itu dianggap suci, maka
tidaklah pantas dan tidak wajar bila tempat-tempat itu dipergunakan untuk
segala keperluan, kecuali keperluan untuk membesarkan nama Tuhan
c. Berbagai Seni Sebagai
Manifestasi Pemujaan
Pemujaan terhadap Tuhan pada hakekatnya merupakan
manifestasi cinta pada Tuhan. Cinta membangkitkan daya kreatifitas. Pengertian
dasar kreativitas adalah mencipta, menemukan, berkarya, mencari bentuk-bentuk
yang dapat mewujudkan hubungan yang misterius.
6. BELAS KASIHAN
Ada
berbagai macam cinta, yang pertama cinta agape yaitu cinta manusi kepada Tuhan
yang diterangkan pada kegiatan belajar. Kedua, cinta philia ialah cinta kepada
ayah- ibu dan saudara. Dan yang ketiga, cinta eros/amor ialah cinta antara pria
dan wanita. Disamping itu masih ada cinta lagi yaitu cinta terhadap sesame.
Cinta sesame ini diberikan istilah “belas kasihan” untuk membedakan antara
cinta kepada orang tua, pria-wanita, cinta kepada Tuhan.
Perbuatan atau sifgat yang menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Dalam kehidupan banyak sekali yang harus kita kasihi dan banyak cara kita menumpahkan rasa belas kasihan. Yang perlu kita kasihani antara lain yatim piatu, orang jompo yang tidak mempunyai ahli waris, pengemis yang bebar-benar tidak mampu kerja, orang sakit dirumah sakit, orang cacat, masyarakat yang hdup menderita.
7. MANUSIA DAN CINTA KASIH
Dalam
diri setiap manusia terdapat dua sumber kekuatan yang menggerakkan manusia
untuk berbuat atau bertingkah laku termasuk untuk mencinta atau dicinta,
tentunya. Dua sumber kekuatan yang dimaksud tadi adalah akal dan budi di satu
pihak, dan dipihak lain adalah nafsu.
Dalam cinta kasih atau cinta sejati tidak ada kehendak untuk memiliki, apalagi menguasai. Yang ada hanyalah rasa solidaritas, rasa senasib dan sepenanggunagan deng ayng kita cintai dan tumbuh secara wajar serta bersifat suka rela. Cinta kasih sejati sedikitpun tidak ada hubungan dengan kenikmatan atau keinginan. Cinta kasih tidak mengenal iri, cemburu, persaingan dan sebangsanya.
RENUNGAN
Renungan berasal dari kata renung, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Setiap kegiatan untuk merenungkan atau mengevaluasi segenap pengetahuan yang telah dimiliki dapat disebut berfilsafat. Akan tetapi tidak semua orang mampu berpikir kefilsafatan. Pemikirang kefilsafatan mendasarkan diri kepada penalaran. Penalaran adalah proses berpikir yang logic dan analitik. Penalaran merupakan kegiatan berpikir yang juga menyandarkan diri kepada suatu analisis. Analisis adalah kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu sehingga pengetahuan yang diperoleh disebut pengetahuan tidak langsung. Pemikiran kefilsafatan mempunyai 3 macam ciri, yaitu :
1) Menyeluruh artinya pemikiran yang luas, bukan hanya ditinjau dari sudut pandangan tertentu.
2) Mendasar artinya
pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental.
3) Spekulatif artinya
hasil pemikiran yang didapat dijadikan dasar untuk pemikiran-pemikiran
selanjutnya.
Renungan atau pemikiran yang dibahas dalam modul ini ialah yang berhubungan dengan keindahan. Setiap hasil seni lahir dari hasil renungan. Renungan yang didasarkan atas tiga macam teori pengungkapan, teori metafisika, dan teori psikologis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar